Tulisan ke-7

 

# 7 Detik Ini

Saat ini usiaku sudah lebih dari 20 tahun, atau menuju ke seperempat abad. Mungkin ini sama dengan rata-rata usia kawanku di sini. Saat aku mengingat kembali 20 tahun yang lalu rasanya sungguh pencapaian luar bisa hingga aku bertahan saat ini. 20 tahun yang lalu telah banyak hal aku lalui, dari hal yang sangat manis, hal yang ringat atau yang sangat berat dan pahit sekalipun. Kadang dalam hatiku bertanya, bagaimana bisa aku sudah bertahan sampai sejauh ini. Tapi tetap alhamdulillah yang banyak bahwa sampai detik ini aku masih mampu menyatakan diriku bahwa aku baik-baik saja.

Rasanya telah habis masa anak-anak dan remajaku, kini masa peralihanku dan akan segera datang masa yang lain. Bersyukur pasti akan yang telah lalu, memperjuangkan masa kini dan khawatir masa yang akan datang mungkin terjadi. Aku rasa bukan hanya aku yang mengkhawatirkan masa depan. Ini lumrah terjadi di kalangan anak 20 tahunan. Di usia ini juga membuat orang stress karena terlalu banyak yang ia lihat dan dengar. Ia melihat temannya sudah memiliki pekerjaan, ia dengar temannya sudah menikah, ia lihat temannya sudah selesai skripsi dan lanjut s2, ia melihat temannya sudah beli rumah baru. Sungguh ini membuat kita semakin tertekan dengan berbagai keadaan. Dan aku mengalami ini. Aku tidak sendiri, aku bersama kalian yang mungkin juga merasakan hal yang sama.

Ya begitulah manusia, akan hilang masa lalu, berlalu masa kini dan datang masa depan. Dulu kita sangat mendambakan masa dimana kita bisa menikmati kehidupan perkuliahan yang indah, lalu saat perkuliahan kita mendamba bisa segera lulus dan bekerja karena berpikir bahwa kuliah sungguh berat dengan berbagai tugas. Ya begitulah manusia, manusia memang diciptakan banyak mengeluh, pingin kuliah, sudah kuliah ngeluh terus aja begini. Eh jangan deh, cukuplah begitunya mari kita sama-sama berubah. Kalau ayat al-Qur’an bilang : QS. AL-Ma’arij ayat 19-24. Yang artinya :

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa musibah ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan solat. Yang mereka itu tetap mengerjakan sholatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu”.

Mungkin ini sering disebut dengan Quarter Life Crisis.

Di usia seperempat abad ini kita menjadi berpikir keras, dulu apa yang kita inginkan menjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Dulu apa yang kita sukai menajdi sesuatu yang kita benci. Dulu sesuatu yang menjadi hobby kini menjadi membosankan. Dan banyak hal lain berubah dalam diri kita. Dan kita menjadi beratanya-tanya sebenarnya apa yang aku inginkan? Apa yang aku senangi? Dan apa cita-citaku? Dan masih banyak pertanyaan lain yang masuk dalam pikiran dan belum mendapat jawaban juga. Karena aku juga mengalami hal yang sama dan beberapa hal yang aku lakukan ini akan aku tuliskan di bawah, mungkin kamu akan mengerjakan hal yang sama denganku dan kita sama-sama bisa melewati masa sulit ini.

1.      Nikmatilah, jangan terlalu menuntut dirimu untuk mengejar apa yang kamu lihat dan kamu dengar. Apa yang orang lain dapatkan saat ini, pasti akan kamu dapatkan juga tapi di waktu yang berbeda.

2.      Lakukan apa yang bisa kamu lakukan saat ini. Misalnya nih biasanya kamu ngampus ketemu dosen dan teman-teman karena pandemi kamu harus kuliah di rumah. Okey kamu tidak bisa menuntut keadaan untuk menjadikan kuliah tatap muka, maka kesempatan kuliah dari rumah ini bisa kamu gunakan untuk menafaatkan hal lain selagi kuliah di rumah.

3.      Berusahalah untuk produktif. Bagi kamu yang aktivis dan biasa keluar rumah untuk tujuan organisasi dll, saat ini kamu dituntut untuk banyak di rumah, maka bukan beraarti dengan di rumah kamu berhenti produktif, tetapi manfaatkan kesempatan ini untuk lebih produktif. Misalnya bagi aktivis susun saja proposal kegiatan yang akan kamu lakukan ketika pandemi berakhir. Karena udah ada proposalnya pandemi selesai kalian tinggal action.

4.      Gunakan waktu luang untuk investasi diri. Ini penting ya, investasi itu bukan hanya soal uang. Investasi diri bahkan bisa jadi lebih penting dari pada investasi uang. Karena investasi ini bakal kita bawa seumur hidup. Misalnya tingkatkan kulitas dirikamu dengan membaca buku, selain buku materi perkuliahan. Atau kamu tekuni hobby baru yang belum pernah kamu lakukan. Bisa juga kamu menekuni hal yang kamu mampu tapi belum kamu lakukan karena berbenturan dengan hal lain.

5.      Dan terakhir jangan berhenti beribadah. Kamu bisa saja libur kuliah, berhenti kegiatan organisasi dll tp jangan pernah kamu berhenti ibadah. Ini aku kutip dari salah satu postingan instagram teman aku yang fresh graduate intinya dengan bahasa yang sudah aku terjemahkan menjadi bahasaku, Kamu boleh jadi pengagguran di dunia tapi jangan pernah jadi pengangguran di akhirat. Karena lagi nganggur di dunia, coba aja buat sibuk untuk akhirat. Misalnya nih karena sedang libur kuliah waktu kosongmu banyak kamu gunakan untuk membaca al-Qur’an dll.

Bahwa sesunggunya 5 hal yang aku tulis di atas adalah hasil pengalamanku dan hasil dari dengerin beberapa konten youtube atau podcast. Jadi selama aku stres karena kelamaan di rumah salah satu hal yang aku lakuin adalah dengerin video dari satu persen. Aku bagi link nya di bawah ya, biar kita sama-sama berubah menjadi lebih baik minimal 1% perhari. Itu kata satu persen heheh...

https://www.youtube.com/watch?v=EXfY_JLbyS4

Itu aku bagi linknya dan selamat berubah menjadi lebih baik.... semangaaat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Ke-2

Tulisan Ke-8

Tulisan Ke-1