Tulisan Ke-2

 

# 2 Aku Rapopo

            Akhir cerita, eh belum akhir deh....

            Alkhisah aku terdaftar sebagai salah satu mahasiswi jurusan PAI di IAIN Ponorogo. Aku masuk angkatan 2017, kenyataan yang agak pahit mengingat teman-teman seangkatanku adalah adek kelasku. Rata-rata mereka memiliki usia di bawahku. Mau tidak mau aku harus menerima kenyataan bahwa cepat atau lambat akan disematkan penggilan “Mbak” sebelum namaku. Sempat menutupi kenyataan bahwa aku lebih tua diatas rata-rata mereka, mengingat sejak dari TK sampek SMA aku selalu menjadi “adek” dan tiba-tiba menjadi “kakak” menjadi sesuatu yang berat untukku. Aku harus berusaha keras menempatkan diri sebagai teman tapi lebih tua. Jelas “lebih tua” ini menuntukku untuk mampu bersikap lebih dewasa kepada mereka, selalu berusaha meski sulit atau bahkan gagal.

            Kenyataan lain yang aku temui juga agak pahit bahwa kakak tingkatku adalah mereka yang rata-rata usianya juga di bawahku. Sedikit pahit tapi tidak boleh banyak-banyak. Aku harus tetap menghargai dan menghormati mereka sebagai kakak tingkat. Bahkan kakak panitia PBAK adalah adekku. Begitu mungkin. Hehehe

            Dengan berbagai hal yang terjadi, ketika diminta munuliskan motto hidup di id card peserta PBAK 2017 aku menuliskan motto “Aku Rapopo”, wkwkwkwkwk. Mungkin semua orang akan tertawa membacanya, jujur aku sendiri kadang menertawakan diri sendiri, bisa-bisanya aku punya motto hidup seperti itu. Namun aku yakin motto itu paling tepat untukku, atas semua yang telah aku ceritakan di atas. Tentang mimpiku untuk tidak kuliah di Ponorogo, tentang temanku dan panitia PBAK yang usianya dibawahku, aku rasa motto itu menjadi motto yang filosofis untukku.

            Bagiku motto itu “Aku Rapopo” menunjukkan diri yang tahan banting, kuat, pantang menyerah dan gigih terhadap semua cobaan yang datang. Harapannya dengan “Aku Rapopo” aku menjadi orang yang tidak mudah goyoh akan semua ujian, cobaan, cercaan, masalah, kenyataan pahit dan lain-lain yang mungkin akan menghambat jalanku. Aku rapopo, aku tidak apa-apa, tidak masalah dengan inginku yang diganti dengan keinginan Allah, tidak masalah harus menjadi “Mbak” dan berteman dengan adek-adek, jangan jadikan masalah.

            Aku rapopo = ikhlas dan ridho dengan semua pemberian Allah

           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tulisan Ke-8

Tulisan Ke-1